Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Bahasa Sederhana

Berthold Damshäuser *
Majalah Tempo, 3 Nov 2014

Saya baru mengetahui—melalui sebuah laporan di majalah Spiegel—bahwa istilah leichte sprache (bahasa sederhana atau mudah) di Jerman adalah istilah baku yang tercantum dalam peraturan hukum Jerman. Istilah ini berkaitan dengan bahasa yang wajib digunakan oleh lembaga-lembaga kenegaraan, termasuk lembaga pemerintahan, antara lain kementerian.

Beragam Sumpah

Taufik Ikram Jamil *
Kompas, 15 Nov 2014

Dapat dipastikan, satu dari sedikit lema dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna berbeda walaupun bentuknya sama adalah sumpah. Sayangnya, kenyataan ini juga diiringi dengan masalah cukup besar, terutama disebabkan sikap cuai, yakni kurang perhatian terhadap sesuatu walaupun mungkin mengetahuinya sehingga acap kali sesuatu yang berkaitan dengan objek perhatian tersebut jadi terlupakan.

Bahasa Pengantar di Lembaga Pendidikan

Ajip Rosidi *
Pikiran Rakyat, 27 Nov 2010

Pada 1951, UNESCO menganjurkan agar bahasa pengantar yang digunakan di lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah sebaiknya bahasa ibu anak-anak didik karena bahasa ibu lebih mesra dan lebih dikuasai oleh anak didik. Akan tetapi, pemerintah Republik Indonesia pada 1953 melalui Undang-Undang Pendidikan menetapkan bahwa di sekolah rakyat 6 tahun, yang sebelumnya menggunakan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar untuk semua mata pelajaran, hanya boleh digunakan sebagai bahasa pengantar di kelas I-III.

Sulitnya Bahasa Indonesia

Agus R. Sarjono *
Majalah Tempo, 24 Mei 2010

Setiap orang asing yang pernah tinggal di Indonesia dengan cepat akan dapat bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia. Di Bonn, Jerman, para mahasiswa semester awal di jurusan bahasa Indonesia selalu bikin cemburu mahasiswa jurusan bahasa Cina, Arab, dan Jepang. Sebab, saat mereka masih terbata, para mahasiswa jurusan bahasa Indonesia sudah mulai pandai bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia. Namun, begitu mereka lulus dan makin memperdalam bahasa Indonesia, tahulah mereka betapa peliknya bahasa ini.

Iwak Pitik, Iwak Tempe, Iwak Peyek

Samsudin Adlawi *
Majalah Tempo, 18 Nov 2013

Iki iwak pitikBeberapa waktu lalu, saya mendapat kiriman gambar yang menarik melalui telepon seluler. Gambar hitam-putih yang berupa goresan tangan yang sederhana itu lebih mirip karya siswa taman kanak-kanak terdiri atas tiga gambar berbeda, tapi terangkai dalam satu cerita. Gambar pertama berbentuk ikan laut.

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com