Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2010

Surat Untuk Tuhan

Penulis: Gregorio Lopez y’ Fuentes
Penerjemah: Saut Situmorang
dari READER’S DIGEST GREAT SHORT STORIES OF THE WORLD
http://reinvandiritto.blogspot.com/

Rumah itu – satu-satunya di lembah itu – terletak di puncak sebuah bukit yang rendah. Dari situ nampak sungai dan, setelah tempat kandang binatang, nampak ladang jagung yang sudah matang diselang-selingi bunga-bunga kacang yang menjanjikan musim panen yang baik.

Hanya satu saja yang dibutuhkan ladang itu saat itu: turunnya hujan, atau paling tidak gerimis. Sepanjang pagi Lencho, yang akrab dengan setiap lekuk ladangnya itu, tak henti mengamati langit bagian timur laut.

“Hujan pasti akan segera turun sebentar lagi.”

Istrinya yang sedang menyiapkan makan malam menjawab:

“Ya, mudah-mudahan.”

Anak-anak laki-lakinya sedang kerja di ladang sementara yang masih kecil-kecil bermain-main di dekat rumah waktu perempuan itu memanggil mereka:

“Makan malam sudah siap…”

Waktu mereka sedang makan malam hujan lebat pun turun, tepat seperti yang diramalkan Lench…

TAMBUR TAFFAKUR

KRT. Suryanto Sastroatmodjo
http://www.sastra-indonesia.com/

Demikianlah pada mulanya, bahwa tatapan mata yang mengurai kesemestaan adalah telah lebih jauh melewati rimba larangan, dan selanjutnya tanpa dihantui siapapun, meneruskan perlintasan ke arah barat. Kita mengunci bisik-dingin sang bayu, di kala ketukan-ketukan yang menghampir sudah teramat berderap dan kemudian menderu, semirip dengan taufan pada kemarau garang.

Menyimak Musik Rimsky-Korsakoff Melalui Yuja Wang:

Bertemu Amy Lowell, John Keats hingga Andy Warhol

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=395

Nikolai Andreyevich Rimsky-Korsakov, nama panggilan lain Nikolay, Nicolai dan Rimsky-Korsakoff (18 Maret 1844 - 21 Juni 1908) komponis Rusia, salah seorang dari lima komponis “The Five” atau yang dikenal “The Mighty Handful” juga guru musik dalam bidang teknik musik barat harmoni serta orkestra. Ternama dalam minat cerita rakyat pula dongengan; berdasarkan keahlian menggubah orkestranya, yang dikatakan banyak dipengaruhi minatnya. {http://id.wikipedia.org/wiki/Nikolai_Rimsky-Korsakov}

Rimsky-Korsakov, seorang koloris terbesar dalam musik, tukang sulap pada orkes. Ia kenal pathos atau lirisme. Ia tak mengenal jiwa, yang dikenalnya hanya pancaindra. Dengan musik bisa perdengarkan segalanya, memperlihatkan semuanya. Dapat membikin suatu tema tidak berarti menjadi orkestrasi yang sangat menarik. Seniman dari Rusia Utara ini memimpikan kemolekan Timur, keindahan cahaya mentari dan warna selata…

S. YOGA DALAM LIMA TANGGA KEPUITISAN

Imamuddin SA
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Cukup sulit dewasa ini memberikan penilaian terhadap karya sastra, lebih khususnya puisi. Memakai standart penilaian yang bagaimana untuk diterapkan pada sebuah karya sastra? Hal itu disebabkan oleh keberadaan karya sastra itu sendiri. Karya sastra kontemporer lebih bersifat bebas dari ikatan-ikatan atau aturan perpuisian. Inilah yang kiranya menjadikan seorang kritikus sastra harus memutar otak lebih serius lagi. Ujung-ujungnya hal ini akan mengarah pada satu bentuk kritik yang bersifat impresionis. Kritik yang memberikan tafsiran-tafsiran untuk mengagumkan dan untuk menimbulkan kesan yang indah kepada pembaca. Padahal secara konsep dasar, kritik sastra itu bertumpu pada pertimbangan baik-buruk sebuah karya berdasarkan nilai-nilai tertentu.

Nilai-nilai tersebut dapat bertumpu pada pengalaman jiwa seorang pengarang. Itulah yang kemudian dapat dijadikan standart penilaian karya sastra secara objektif. Sebagaimana Rachmat Djoko Pradop…

Sitor Situmorang: Tak Ada Dendam, Tak Ada Yang Disesalkan

Martin Aleida
http://www.sastra-indonesia.com/
http://www.facebook.com/note.php?note_id=199407399697

Genealogis, siapa sebenarnya Sitor Situmorang itu? ”Saya adalah keturunan Si Marsaitan generasi ke-12,” kata sang penyair dengan lantang. Si Marsaitan? Kalau begitu kakek-moyang Sitor adalah anak yang tidak diinginkan oleh ibunya, yang lahir dari cinta palsu, karena perempuan yang hebat itu berpura-pura cinta dan menjadi istri karena ingin membalas dendam atas kematian suami yang sungguh dia cintai. Dalam biografi yang ditulisnya, ”Sitor Situmorang Seorang Sastrawan 45 Penyair Danau Toba,” dia mengisahkan serentetan kejadian dramatis, begini rupa: Di Negeri Urat, Pulau Samosir, berbahagialah Tuan Sipallat dengan istri junjungan jiwanya, Si Boru Sangkar Sodalahi, asal klan Manurung, penguasa Pegunungan Sibisa di kaki Gunung Simanuk-manuk. Tuan Sipallat dan istrinya bermukim di Suhut ni Huta.

Namanya hidup di dunia, bukan di surga, maka suatu ketika pecahlah perang dengan tetangga. Tuan Sipa…

Bermula dari Sriwijaya

Beni Setia
http://www.suarakarya-online.com/

AWAL dari fiksi berlatar Sriwijaya setebal xiv + 454 halaman ini, lihat Yudhi Herwibowo, Pandaya SriwijayaTTK2 Dendam dan Prahara di Bhumi Sriwijaya, Sebuah Novel, Bentang Pustaka, September 2009-adalah cinta buta Pramodawardhani, putri pewaris tahta Samaratungga dan keponakan Balaputradewa, si pemangku estafet trah Sailendra. Yang memutuskan menikah dengan Jatiningrat, keturunan Sanjaya, hingga kuasa atas Mataram kuno dan Sriwijaya akan jatuh ke tangan trah Sanjaya, spontan patriarki bukan milik trah Sailendra lagi.

Dan krisis legitimasi kuasa trah memuncak saat Samaratungga wapat dan tahta jatuh pada Pramodawardhani tak peduli Jayaningrat bernadar hanya akan konsentrasi pada meditasi mencari pembebasan duniawi. Dan atas pertimbangan mempertahankan kuasa tetap di garis patriarki trah Sailendra Balaputradewa adik Samaratungga serta paman Pramodawardhabi “berontak” dan “ditumpas” di Desa Iwung. Sebuah momen kekalahan dan pembantaian yang jadi t…

Sipleg

Oka Rusmini**
http://www.jawapos.com/

LUH SIPLEG nama perempuan tua itu. Perempuan kurus dengan beragam kerut-kerut tajam yang membuat takut orang yang menatapnya. Menurutku, Sipleg perempuan aneh, yang selalu memandang orang dengan mata penuh curiga. Penuh selidik, penuh tanda tanya. Kadang, dia juga seperti perempuan kebanyakan. Serbaingin tahu. Sering juga kulihat dia diam seperti batu kali. Aku menyukai gayanya yang naif itu. Bagiku, Sipleg perempuan dengan buku terbuka. Tak sembarang orang bisa membacanya. Akulah salah satu perempuan yang dibiarkan memasuki masa lalunya dengan santai. Tanpa dia pernah tahu aku telah mendapatkan cerita tentang hidupnya tanpa dipaksa. Aku juga tidak pernah merengek.

Aku menyukai perempuan-perempuan kuat seperti Sipleg. Dia perempuan kuno, yang tidak bisa membaca dan menulis. Bahasa Indonesianya pun putus-putus. Kadang aku tak paham apa yang dia katakan dalam bahasa Indonesia. Dia terlihat cerdas dan luar biasa bila bercerita tentang pengalaman hidupny…

Langit Ketiga Puluh Tiga

Sunlie Thomas Alexander
http://suaramerdeka.com/

Ketika bunga padma mekar, itulah saat baginya untuk pergi mencari jalan menuju langit ketiga puluh tiga, sam sip sam thian 1). Hanya di kala bunga padma mekarlah, ia dapat menemukan jalan itu. Sebagaimana yang selalu dikatakan pamannya yang tua. Mengapa, pamannya juga tidak mengerti. Karena memang begitulah petunjuk yang terdapat dalam Kitab Thung Su 2) yang tak dapat ditawar-tawar, tukas pamannya.

Tetapi kini, di sebuah tebing tinggi, ia terpaksa berhenti sejenak. Dia tengadahkan wajah ke langit. Mencoba mencari posisi matahari. Sia-sia. Langit begitu muram dengan awan hitam tebal yang bergumpalgumpal. Karena itu untuk mengetahui waktu yang tepat pun sulit baginya. Padahal ia harus segera menuju ke timur, ke arah matahari terbit. Arah mana orang-orang selalu menghadap dengan tiga batang hio di depan dada saat memanjatkan doa. Karena arah itulah yang telah diberitahu oleh seekor burung kundul tanpa bulu ekor yang dilihat di tepi hutan kare…

Pengakuan

Wendoko
http://suaramerdeka.com/

1. Pengakuan Kayafas

Aku, Kayafas –Imam Agung Yahudi-yang mengatur agar Kristus dihukum mati. Aku tekankan sekali lagi, aku yang telah mengatur agar Kristus dihukum mati!

Selama ini, orang selalu menganggap remeh kekuasaan Imam Agung. Kalian tentu tahu, dalam hierarki kekuasaan akulah pemimpin tertinggi bangsa Yahudi. Tetapi faktanya, justru orang-orang Roma dan Herodes yang memainkan peranan. Mereka yang mengangkat, menempatkan, atau memindahkan Imam-imam Agung. Mereka yang mengatur pemerintahan, sedangkan aku –maksudku aku dan Mahkamah Agama-hanya mengurus soal keagamaan dan tak lebih dari pemerintahan boneka saja. Aku bahkan tak punya kuasa mengatur pakaianpakaian liturgi yang saat ini tersimpan di sebuah bilik di Puri Antonia. Tetapi kalian akan lihat, aku –si “penguasa boneka“-yang akhirnya mengatur agar Kristus dihukum mati!

Pada mulanya aku tak begitu memedulikan orang yang dipanggil Kristus itu. Di daerah ini banyak berkeliaran orang-orang “saleh“, …

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com